24 April 2010

Pemimpin

Puisi Buya HAMKA untuk M. Natsir

petikan puisi yang ditulisnya secara khusus untuk M. Natsir. Puisi ini ditulis Buya HAMKA pada 13 November 1957 setelah mendengar uraian pidato Natsir di depan Sidang Konstituante.

Kepada Saudaraku M. Natsir
Meskipun bersilang keris di leher
Berkilat pedang di hadapan matamu
Namun yang benar kau sebut juga benar
Cita Muhammad biarlah lahir
Bongkar apinya sampai bertemu
Hidangkan di atas persada nusa
Jibril berdiri sebelah kananmu
Mikail berdiri sebelah kiri
Lindungan Ilahi memberimu tenaga
Suka dan duka kita hadapi
Suaramu wahai Natsir, suara kaum - mu
Kemana lagi, Natsir kemana kita lagi
Ini berjuta kawan sepaham
Hidup dan mati bersama -sama
Untuk menuntut Ridha Ilahi
Dan aku pun masukkan
Dalam daftarmu …….!

Tiada ulasan:

Quotes

sebaiknya apa-apa yang dikutip,biarlah dengan memberikan sumber. Apa yang kita buat, nanti di akhirat akan kita tengok balik bersama semua makhluk.

seorang anak

produk Kampung Kembara Jaya, Bukit Garam.

masih/pernah bergelumang tanah hanyir,rumput gatal, mentari terik, berkaki ayam, menangis keanak-anakan, bermonolog, berbicara laju, berambut keras/berselipar jepun.


bersekolah dulu di Sk Kota,
SMK Bukit Garam,

Masih berkelana dibumi luar,
mencari & menjejak potensi& spirit diri

~kita tidak sama,posisi kita berbeza,matlamat kita sama..mencari mardhatillah

"sebaik-baik muslim yang bermanfaat kepada orang lain"

*harusnya hari-hari yang dijejak sentiasa memberi kredit2 kepada memaknakan HIDUP