03 Februari 2010

seorang insan

dia wanita.

Terlalu agung,
untuk mengungkapkan ciptaan ini.

Jiwanya lembut.
Sering merintih di dalam tawa.

Tangisannya dalam senyuman.
Tawanya tenggelam dengan pedih.





Dia wanita.
Tubuhnya juga kebal,
walau diasak derita.
Hatinya sering tergoncang melihat wajah dunia ini.

Bibirnya menguntum pilu,
manis matanya mengerdip,

Dia wanita,
Racun dunia,
Penawar luka,

Fikirannya sesempit lubang jarum,
imannya senipis rambut,

Berikan dia peluang,
Berikan dia khutbah peringatan,


dia bukan sekuat mana,
namun, bersedia menurut,
mengotakn baiah yang terlafaz sayu.

Dia bukan untuk memimpin,
hadirnya untuk melengkapkan,

3 ulasan:

Zinnirah berkata...

sangat suka entry ini.... mcm ditujukan untuk diri sendiri..

be a better muslim berkata...

makasih.

ditulis untuk 'bercakap' ttg insan yang bergelar SAYAP KIRI

Achik berkata...

suke jgk ntry ni...pape pon kuat ea akak...ALLAH knows da best...luahan yg sgt mnyntuh ati...huhuhuhu..dlm mkne 2..

Quotes

sebaiknya apa-apa yang dikutip,biarlah dengan memberikan sumber. Apa yang kita buat, nanti di akhirat akan kita tengok balik bersama semua makhluk.

seorang anak

produk Kampung Kembara Jaya, Bukit Garam.

masih/pernah bergelumang tanah hanyir,rumput gatal, mentari terik, berkaki ayam, menangis keanak-anakan, bermonolog, berbicara laju, berambut keras/berselipar jepun.


bersekolah dulu di Sk Kota,
SMK Bukit Garam,

Masih berkelana dibumi luar,
mencari & menjejak potensi& spirit diri

~kita tidak sama,posisi kita berbeza,matlamat kita sama..mencari mardhatillah

"sebaik-baik muslim yang bermanfaat kepada orang lain"

*harusnya hari-hari yang dijejak sentiasa memberi kredit2 kepada memaknakan HIDUP